Penyakit Layu Bakteri Rastolnia solanaceum pada Tanaman Cabai
Tanaman cabai terserang penyakit layu bakteri menimbulkan gejala yaitu
kelayuan pada tanaman, kulit berwarna hitam mengkerut, bagian dalamnya busuk
lunak dan mengeluarkan lendir dan bau menyengat. Ditandai dengan adanya
massa bakteri Rastolnia solanaceum dengan munculnya asap saat dicelupkan
kedalam air dalam cabai. Hal ini didukung dari pernyataan Muthoni, Shimelis
dan Melis (2012) menyatakan bahwa gejala kelayuan yang diikuti dengan gejala
lain yakni epinasti, klorosis dan kekerdilan pada tanaman terjadi pada varietas
yang tahan.
Penyakit Layu Bakteri Rastolnia solanaceum pada Tanaman Tomat
Tanaman tomat terserang penyakit layu bakteri menimbulkan gejala tomat
layu dan mulai membusuk buahnya mengkerut, dan lunak berlendir di bagian
dalam buah tomat. Ditandai dengan adanya massa bakteri Rastolnia solanaceum
dengan munculnya asap saat dicelupkan kedalam air dalam tomat. Dina Ayu
Ningtyas (2015) menyatakan gejala yang muncul pada tanaman selain kelayuan
secara menyeluruh pada tanaman tanpa didahului menguningnya daun juga
munculnya gejala kelayuan yang disertai kekerdilan pada tanaman muda.
Penyakit Layu Bakteri Rastolnia solanaceum pada Tanaman Kunyit
Tanaman kunyit terserang penyakit layu bakteri menimbulkan gejala yaitu
rimpang kunyit busuk, mengkerut, dan tidak berisi dan berwarna galap pada
dalam rimpangnya. Ditandai dengan adanya massa bakteri Rastolnia solanaceum
dengan munculnya asap saat dicelupkan kedalam air dalam cabai. Mudji Rahayu
(2012) menyatakan Gejala infeksinya muncul secara tiba-tiba, batang menjadi
layu dan lunglai dengan warna daun tetap hijau. Fase kritis tanaman terhadap
infeksi biasanya pada umur 2–3 minggu. Pada tingkat serangan ringan gejala layu
hanya terlihat pada sebagian cabang, sedangkan serangan parah menyebabkan
kerusakan sistemik seluruh batang dan cabang menjadi layu, kemudian tanaman
mengering dan akhirnya mati.
Pengendalian Penyakit Layu bakteri
Cara Mengendalikan Penyakit Layu Bakteri Untuk meminimalisir
terserangnya tanaman tomat oleh penyakit layu bakteri, maka dapat dilakukan
pencegahan-pencegahan yaitu jika ada satu tanaman yang terserang oleh penyakit
ini, maka cabutlah tanaman tersebut dan berikan pestisida pada tanahnya.
Pengontrolan yang intensif harus dilakukan. Mengatur drainase pada lahan,
jangan sampai terdapat genangan air supaya dapat mencegah penyebaranpatogen
penyebab penyakit. Mengurangi penggunaan pupuk yang berkadar N tinggi.
Melakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang berbeda famili dengan tomat.
Menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap penyakit. Melakukan
penyambungan batang bawah (grafting) dengan tanaman lain, Cara ini dinilai
dapat mencegah tanaman tomat terserang penyakit karena bakteri tersebut tidak
dapat menginfeksi tanaman yang menjadi batang bawah atau perakaran
sumber
Muthoni, J., H. Shimelis, R. Melis. 2012. Management of Bacterial Wilt
(Ralstonia solanacearum Yabuuchi et al., 1009) of Potatoes: Opportunity
for Host Resistance in Kenya. Journal of Agricultural Science. 4:64-78.
Ningtyas, D.A., N. Basuki dan Respatijarti. 2015. Seleksi Sifat Ketahanan
Tanaman Cabai Besar (Capsicum Annuum L.) Pada Populasi F2 Terhadap
Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia Solanacearum). Jurnal Produksi
Tanaman, 3 (8): 632 – 639.
Rahayu, M. 2012. Penyakit Layu Bakteri Bioekologi dan Cara Pengendaliannya.
Monograf Balitkabi No. 13
Komentar
Posting Komentar