Penyakit tanaman yang disebabkan oleh Bakteri: gejala dan tanda

Bakteri patogen pada tumbuhan merupakan agen penyebab penyakit yang penting setelah jamur. Kerugian hasil yang ditimbulkan pada tumbuhan dapat terjadi baik di lapangan maupun pada penyimpanan, terutama pada produk-produk yang banyak mengandung air seperti buah dan sayur. Selain busuk, bakteri dapat menyebabkan gejala layu vaskular, pustul, hawar, dan bengkak (tumor). Tanda dari penyakit yang disebabkan bakteri ialah massa bakteri yang keluar dari bagian tanaman yang sakit. Berikut penyakit tanaman yang disebabkan oleh pathogen bakteri adalah penyakit layu bakteri:
Penyakit Layu Bakteri Rastolnia solanaceum pada Tanaman Cabai

Tanaman cabai terserang penyakit layu bakteri menimbulkan gejala yaitu kelayuan pada tanaman, kulit berwarna hitam mengkerut, bagian dalamnya busuk lunak dan mengeluarkan lendir dan bau menyengat. Ditandai dengan adanya massa bakteri Rastolnia solanaceum dengan munculnya asap saat dicelupkan kedalam air dalam cabai. Hal ini didukung dari pernyataan Muthoni, Shimelis dan Melis (2012) menyatakan bahwa gejala kelayuan yang diikuti dengan gejala lain yakni epinasti, klorosis dan kekerdilan pada tanaman terjadi pada varietas yang tahan.

Penyakit Layu Bakteri Rastolnia solanaceum pada Tanaman Tomat

Tanaman tomat terserang penyakit layu bakteri menimbulkan gejala tomat layu dan mulai membusuk buahnya mengkerut, dan lunak berlendir di bagian dalam buah tomat. Ditandai dengan adanya massa bakteri Rastolnia solanaceum dengan munculnya asap saat dicelupkan kedalam air dalam tomat. Dina Ayu Ningtyas (2015) menyatakan gejala yang muncul pada tanaman selain kelayuan secara menyeluruh pada tanaman tanpa didahului menguningnya daun juga munculnya gejala kelayuan yang disertai kekerdilan pada tanaman muda. 

Penyakit Layu Bakteri Rastolnia solanaceum pada Tanaman Kunyit

Tanaman kunyit terserang penyakit layu bakteri menimbulkan gejala yaitu rimpang kunyit busuk, mengkerut, dan tidak berisi dan berwarna galap pada dalam rimpangnya. Ditandai dengan adanya massa bakteri Rastolnia solanaceum dengan munculnya asap saat dicelupkan kedalam air dalam cabai. Mudji Rahayu (2012) menyatakan Gejala infeksinya muncul secara tiba-tiba, batang menjadi layu dan lunglai dengan warna daun tetap hijau. Fase kritis tanaman terhadap infeksi biasanya pada umur 2–3 minggu. Pada tingkat serangan ringan gejala layu hanya terlihat pada sebagian cabang, sedangkan serangan parah menyebabkan kerusakan sistemik seluruh batang dan cabang menjadi layu, kemudian tanaman mengering dan akhirnya mati. 

Pengendalian Penyakit Layu bakteri

Cara Mengendalikan Penyakit Layu Bakteri Untuk meminimalisir terserangnya tanaman tomat oleh penyakit layu bakteri, maka dapat dilakukan pencegahan-pencegahan yaitu jika ada satu tanaman yang terserang oleh penyakit ini, maka cabutlah tanaman tersebut dan berikan pestisida pada tanahnya. Pengontrolan yang intensif harus dilakukan. Mengatur drainase pada lahan, jangan sampai terdapat genangan air supaya dapat mencegah penyebaranpatogen penyebab penyakit. Mengurangi penggunaan pupuk yang berkadar N tinggi. Melakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang berbeda famili dengan tomat. Menggunakan varietas unggul yang tahan terhadap penyakit. Melakukan penyambungan batang bawah (grafting) dengan tanaman lain, Cara ini dinilai dapat mencegah tanaman tomat terserang penyakit karena bakteri tersebut tidak dapat menginfeksi tanaman yang menjadi batang bawah atau perakaran


sumber

Muthoni, J., H. Shimelis, R. Melis. 2012. Management of Bacterial Wilt (Ralstonia solanacearum Yabuuchi et al., 1009) of Potatoes: Opportunity for Host Resistance in Kenya. Journal of Agricultural Science. 4:64-78.

Ningtyas, D.A., N. Basuki dan Respatijarti. 2015. Seleksi Sifat Ketahanan Tanaman Cabai Besar (Capsicum Annuum L.) Pada Populasi F2 Terhadap Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia Solanacearum). Jurnal Produksi Tanaman, 3 (8): 632 – 639.

Rahayu, M. 2012. Penyakit Layu Bakteri Bioekologi dan Cara Pengendaliannya. Monograf Balitkabi No. 13

Komentar